Kepala BNN RI Bahas Penguatan Rehabilitasi dan Ancaman Narkotika Cair dalam Vape Bersama Dewan Pengawas RS PON

Porosnusantara.co.id | JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Suyudi Ario Seto menerima audiensi Dewan Pengawas Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono yang juga menjabat sebagai tenaga ahli Kementerian Kesehatan, dr. Nizar Yamanie, Kamis (16/7).

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Kepala BNN, Kuningan, Jakarta Selatan, tersebut membahas peluang penguatan kerja sama antarlembaga, khususnya dalam penanganan ketergantungan narkotika melalui pengembangan layanan rehabilitasi, riset, serta peningkatan kolaborasi di bidang kesehatan.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat BNN, di antaranya Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN, Plt. Deputi Rehabilitasi BNN, serta Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas strategi penguatan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika sekaligus menjajaki peluang kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan layanan berbasis kesehatan.

Selain isu rehabilitasi, pembahasan juga menyoroti meningkatnya penyalahgunaan narkotika dalam bentuk cair yang dicampurkan ke dalam rokok elektrik atau vape.

“Fenomena narkotika cair yang dicampurkan ke dalam vape menjadi perhatian serius, mengingat saat ini penggunaan vape semakin masif bahkan di kalangan pelajar,” ujar Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto.

BNN sebelumnya menemukan sejumlah kasus vape yang mengandung etomidate, yaitu zat yang biasa digunakan sebagai obat anestesi namun berisiko menimbulkan dampak serius apabila disalahgunakan.

Suyudi menyampaikan, perkembangan modus penyalahgunaan narkotika melalui vape menjadi tantangan baru yang perlu mendapat perhatian bersama. Sejumlah negara seperti Thailand dan Singapura bahkan telah menerapkan kebijakan pembatasan hingga pelarangan penggunaan vape.

Menutup pertemuan tersebut, Kepala BNN RI menyampaikan rencana untuk melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam waktu dekat.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, termasuk munculnya modus baru melalui media vape yang terus berkembang.

Penulis: Supriyadi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *