Tuntutan Buruh Terus Berulang, Sistem Dinilai Belum Menyentuh Akar Masalah

Ilustrasi Buruh demonstrasi sumber: internet

Islam juga melarang segala bentuk kezaliman terhadap pekerja. Hubungan antara pemberi kerja dan pekerja dibangun atas dasar tanggung jawab moral dan hukum, bukan eksploitasi.

Selain itu, negara dalam sistem Islam diposisikan sebagai penanggung jawab utama kesejahteraan rakyat. Negara wajib menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Dengan mekanisme tersebut, kesejahteraan masyarakat tidak sepenuhnya diserahkan pada relasi pasar antara buruh dan pengusaha. Negara hadir untuk memastikan distribusi kekayaan berjalan adil dan setiap warga negara memperoleh kehidupan yang layak.

Karena itu, persoalan buruh dinilai tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan parsial atau regulasi jangka pendek. Dibutuhkan perubahan yang lebih mendasar terhadap sistem yang menjadi akar persoalan.

Selama kapitalisme tetap menjadi fondasi utama, tuntutan buruh diperkirakan akan terus berulang dan Hari Buruh akan tetap menjadi panggung demonstrasi tahunan. Penulis menilai solusi yang benar-benar menyentuh akar persoalan hanya dapat diwujudkan melalui penerapan sistem yang berlandaskan aturan Islam secara kaffah, sehingga keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara menyeluruh.

Penulis: Devi AriantiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *