Janji Investigasi Menguap, Kepala Puskesmas Ampana Tete Dituding Tutupi Kasus Kelalaian Medis Bocah FJ

Porosnusantara.co.id | TOJO UNA-UNA – Jajaran medis Puskesmas Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, didesak segera diperiksa atas dugaan pembiaran kasus tragis yang menimpa FJ (5).

Bocah tersebut kini dalam kondisi kritis dengan tubuh kurus kering hingga menyerupai busung lapar, yang diduga kuat akibat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau kelalaian medis sejak empat tahun lalu.

Desakan ini menguat setelah pihak puskesmas mengabaikan tenggat waktu investigasi yang mereka janjikan sendiri kepada publik.

Kasus bermula pada akhir tahun 2021 saat FI (33), ibu kandung FJ, membawa putranya ke Posyandu Desa Tete B dalam kondisi sehat dan aktif. Namun, sepulang imunisasi, FJ mendadak didera demam tinggi dan muntah-muntah hingga kondisi fisiknya merosot drastis.

“Waktu itu anak saya sehat sekali dan lincah sebelum dibawa ke Posyandu. Tapi setelah disuntik imunisasi, dia langsung demam tinggi mendadak dan muntah-muntah terus. Sejak hari itu badannya terus menyusut sampai tinggal tulang begini,” ungkap FI saat membeberkan kronologi yang menimpa putranya
FI juga memperlihatkan bukti diagnosis dokter mandiri yang mendeteksi penumpukan cairan di paru-paru FJ.
Saat dikonfirmasi pada Senin (18/5/2026), Kepala Puskesmas Ampana Tete, Mohamad Rizal Sumaga, SKM, tidak menampik adanya kondisi tersebut namun melemparkan dua kemungkinan penyebab.

“Kami melihat ada dua kemungkinan di sini, bisa jadi karena komplikasi dari KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau memang ada penyakit bawaan dari anak tersebut sejak lahir. Beri kami waktu dua hari, tim puskesmas akan langsung turun ke lapangan untuk memeriksa dan mencari tahu kepastian penyebabnya,” ujar Rizal saat memberikan keterangan.

Penulis: Ahmad TuliabuEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *