“Sebagaimana kita ketahui bersama, tahun ini terdapat perbedaan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri. Namun, janganlah kita anggap hal ini sebagai perpecahan. Justru perbedaan inilah yang mengajarkan kita arti kebersamaan dan saling menghargai,” tambahnya.
Pada kesempatan itu Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung program pemerintah, sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ia juga menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan generasi muda.
“Mari kita jadikan masjid sebagai sarana syiar Islam, tempat membina generasi muda yang religius dan cinta agama,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sarana ibadah dengan mengalokasikan bantuan sebesar Rp300 juta untuk kelanjutan pembangunan Masjid Taqwa Taratak Baru.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini menjadi momentum kebersamaan yang mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan tertib dan lancar, serta menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar sesama masyarakat setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Solok dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah ke arah yang lebih baik.
Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, berserta rombongan melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke makam orang tua beliau. Kegiatan ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada orang tua yang telah wafat, sekaligus menjadi bagian dari tradisi yang kerap dilakukan masyarakat saat Hari Raya Idul Fitri.






