Porosnusantara.co.id | Jakarta, 7 Februari 2026 — Tujuh puluh tahun usia tidak sekadar menjadi penanda waktu, melainkan ruang refleksi atas perjalanan panjang pemikiran, pengabdian, dan pergulatan intelektual seorang anak bangsa.
Refleksi itulah yang melandasi peluncuran delapan buku Rekam Jejak 70 Tahun Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, yang merekam lintasan hidup seorang akademisi, negarawan, dan pemikir hukum tata negara Indonesia.
Peluncuran delapan buku ini diselenggarakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Balai Kartini, Jakarta, bertepatan dengan peringatan 70 tahun Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra. Kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus perayaan intelektual atas kontribusi Prof. Yusril dalam dunia akademik, hukum, politik, dan pengabdian kepada negara selama lebih dari setengah abad.
Peluncuran buku ini juga merupakan bagian dari rangkaian peresmian Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra’s Collections, sebuah arsip intelektual tiga lantai yang telah diresmikan pada 25 Agustus 2025 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Koleksi ini dirancang sebagai pusat rujukan akademik bagi mahasiswa, peneliti, dosen, serta generasi muda Indonesia untuk mendalami pemikiran hukum, ketatanegaraan, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Dalam pengantar peluncuran buku, Prof. Dr. Hafid Abbas selaku Koordinator Penerbitan Buku, menegaskan bahwa delapan buku ini tidak dimaksudkan sebagai perayaan personal. Menurutnya, karya-karya tersebut merupakan arsip pemikiran dan kesaksian sejarah yang memperlihatkan bagaimana nalar hukum, etika kekuasaan, serta keberpihakan pada konstitusi diuji dalam situasi nyata, mulai dari masa
otoritarianisme, transisi Reformasi, hingga konsolidasi demokrasi Indonesia dewasa ini.






