Sementara itu, perwakilan Kemenpora RI, Margono, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri dalam pengembangan wisata olahraga. Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada dua hari pelaksanaan, melainkan berlanjut dalam bentuk jejaring kerja dan kolaborasi nyata. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Margono secara resmi membuka Pelatihan Pemandu Wisata Olahraga.
Memasuki hari kedua sekaligus hari terakhir pelatihan, Usman selaku pembawa acara sekaligus panitia pelaksana dari BAPINDRA membuka kegiatan dengan mengajak seluruh peserta untuk berdoa agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi berkah dan bermanfaat. Ia menegaskan bahwa rangkaian materi hari kedua merupakan rangkuman dari seluruh proses pelatihan yang nantinya akan menjadi bagian penting dalam laporan kepada para pemangku kepentingan, khususnya Kemenpora RI. Usman juga menyampaikan bahwa BAPINDRA siap menyediakan sumber daya manusia (SDM) pemandu wisata olahraga apabila dibutuhkan oleh Kemenpora maupun stakeholder terkait.
Pada hari terakhir tersebut, peserta mendapatkan materi Strategi Pemasaran Paket Wisata Olahraga dan Event yang disampaikan oleh Ricky Sucipto, S.H., dilanjutkan dengan pembahasan peran UMKM dalam ekosistem wisata olahraga, sesi studi kasus dan praktik baik (best practice), panel diskusi kolaborasi strategis membangun ekosistem wisata olahraga, serta penyusunan rencana tindak lanjut dan komitmen bersama.
Dalam sesi yang membahas peran UMKM, Irfan menekankan bahwa peluang keterlibatan UMKM dalam event wisata olahraga sangat terbuka lebar. Menurutnya, tantangan utama pelaku UMKM bukan semata keterbatasan modal, melainkan belum matangnya konsep usaha dan pemahaman pasar. Ia mendorong pelaku UMKM agar mampu membaca peluang dari setiap event olahraga, mulai dari penyediaan produk, jasa pendukung, hingga kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.






