Rumah Politisi DPR Sahroni Diamuk Massa, Sejumlah Barang Mewah Dijarah

kediaman rumah sahroni di tanjung priok

Porosnusantara.co.id| Jakarta – Aksi demonstrasi yang semula berfokus pada tuntutan keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online, kembali memanas pada Sabtu (30/8/2025). Massa yang tersulut emosinya beralih mengamuk dan menyerang rumah Ahmad Sahroni, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR.

Rumah mewah milik politisi yang dikenal dengan julukan “crazy rich Tanjung Priok” itu berlokasi di kawasan Jalan Walang Baru, Koja, Jakarta Utara. Bangunan besar bergaya modern tersebut menjadi sasaran amuk massa. Tak hanya dirusak, sejumlah barang berharga dilaporkan dijarah oleh demonstran.

Beberapa saksi mata menyebutkan, perabotan rumah tangga, furnitur mewah, hingga peralatan elektronik seperti televisi layar datar, lemari pendingin, dan perangkat komputer raib digondol. Selain itu, kendaraan roda dua yang terparkir di garasi juga ikut dibawa kabur.

Tidak berhenti di situ, beberapa penghuni rumah mengaku kehilangan barang-barang pribadi, termasuk perhiasan dan jam tangan branded yang tersimpan di lemari kaca ruang tamu. “Awalnya hanya lemparan batu ke arah pagar, lalu pintu depan didobrak. Setelah itu orang-orang masuk, mengambil apa saja yang bisa dibawa. Ada sofa, dispenser, bahkan alat pemadam kebakaran ikut diangkut,” tutur seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Polisi yang datang ke lokasi sempat menembakkan gas air mata untuk menghalau massa. Namun, penjarahan sudah terlanjur terjadi sebelum aparat berhasil mengendalikan keadaan. Hingga kini, pihak kepolisian belum mengumumkan total kerugian akibat insiden tersebut, namun diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat isi rumah penuh barang-barang mewah.

Peristiwa ini memunculkan sorotan publik karena dianggap menyimpang jauh dari tujuan utama aksi massa yang menuntut keadilan. Penjarahan rumah pribadi dinilai mencederai semangat demonstrasi dan memperburuk citra gerakan protes masyarakat.

Polisi menyatakan tengah memburu para pelaku penjarahan yang terekam kamera warga dan CCTV di sekitar lokasi. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing melakukan tindakan anarkis yang justru merugikan sesama warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *