Apa Bisa Oranye Menjadi Biru?

Ya' Bayu Anggara, Sekjen Persaudaraan Pemuda Islam

PKS, yang dalam koalisi ini posisinya menjadi tidak relevan.

Pertanyaan selanjutnya adalah: partai mana yang akan terlebih dahulu melompat dari kapal KIM?

Apakah PKS akan mempertahankan posisinya, atau justru mengikuti arus untuk bergabung dengan PDIP dan Anies Baswedan?

Dinamika politik ini akan sangat menentukan peta kekuatan politik di Jakarta, menjelang hari pemilihan.

Pada akhirnya, masa depan PKS di Jakarta dan di kancah nasional akan sangat tergantung pada bagaimana mereka menyikapi situasi ini.

Apakah PKS akan tetap setia pada keputusan politiknya saat ini, atau akan mendengarkan suara rakyat—suara arus bawah—yang selama ini menjadi basis kekuatannya?

Dalam politik, suara rakyat adalah segalanya. Partai politik sejati adalah yang mendengarkan aspirasi konstituennya, bukan yang mengabaikan suara arus bawah demi kepentingan jangka pendek.

Apakah PKS akan mendengarkan suara tersebut, atau akan tetap mencoba menjadi “biru”? Kita tunggu langkah selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *