“Memang dibutuhkan kerja sama dan bermitra bahu-membahu untuk menyalurkan energi bersubsidi agar sampai pada tangan masyarakat yang membutuhkan,” tutur Riva.
*Pemantauan SPBU di Pekanbaru*
Di hari yang sama, Anggota Komite BPH Migas Basuki Trikora Putra dan Eman Salman Arief bersama Anggota Komisi VII DPR RI juga melakukan pemantauan 4 titik SPBU di wilayah Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada kunjungan pemantauan ini Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Region Sumatera Bagian Utara Freddy Anwar turut mendampingi.
Dalam pemantauan di SPBU 14.282.603, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief mengimbau kepada badan usaha dan pengelola SPBU untuk terus mengupayakan pemeliharaan kondisi SPBU. “Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, SPBU harus diperhatikan dengan baik, seperti pembersihan alat tangki penyimpanan BBM, dan penyesuaian besarnya monitor CCTV yang memantau aktivitas penyaluran agar teramati dengan jelas,” ujar Eman.
Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Hermanto juga menegaskan terkait mekanisme QR Code subsidi tepat untuk menjadi catatan bagi operator SPBU dan konsumen.
“Kita upayakan pemilik QR Code hanya memiliki kesempatan tiga kali dalam melakukan pendaftaran dan penginputan data. Jika lebih, maka tidak bisa input lagi. Supaya konsumen menjaga kepemilikan dari QR Code tersebut,” imbuh Bambang.
Sebagai informasi, rangkaian kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI dan pemantauan lapangan kali ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends, Katherine A. Oendoen, M. Nasir, Willy Midel Yoseph, Bambang Hermanto, Ramson Siagian, Sartono Hutomo, Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady, dan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM Maompang Harahap.






