Porosnusantara.co.id | KABUPATEN BEKASI– Suasana di halaman Kantor Desa Segarajaya Kecamatan Tarumajaya pada Kamis, 13/8/26 mendadak menjadi perhatian publik setelah puluhan Ketua RT/RW dan perangkat desa mendatangi lokasi untuk menyuarakan protes keras terhadap Kepala Desa.
Mereka mengkritik kebijakan pemecatan dan pemberhentian sepihak yang dinilai arogan, serta sarat bentuk intimidasi politik.
Aksi spontan ini dipicu oleh terbitnya Surat Keputusan (SK) pemberhentian sejumlah pejabat tingkat RT, RW, hingga staf desa. Mereka menganggap tindakan Kepala Desa tersebut murni dilatarbelakangi oleh perbedaan pilihan politik jelang pemilihan kepala desa.
Sikap tak netral sang Kades disayangkan karena mencederai kebebasan berdemokrasi para pamong desa yang seharusnya diayomi. Selain itu Rasa kecewa mendalam dirasakan oleh para pengurus wilayah yang merasa perjuangan mereka di masa lalu sama sekali tidak dihargai.
“Dalam proses PAW (Pergantian Antar Waktu) Kepala Desa dulu, kamilah para RT dan RW yang mengangkat beliau karena diusung oleh keterwakilan pemilih dari RT/RW. Sekarang, setelah jadi Kepala Desa, saya malah di pecat” ucap salah satu Ketua RT yang dipecat dengan nada kesal.
Selain menuntut pembatalan SK pemecatan, para mantan perangkat desa tersebut juga mendesak agar honor yang menjadi hak mereka segera dicairkan tanpa penundaan.
Jika aspirasi ini diabaikan dan hak finansial mereka tidak dibayarkan, mereka bersiap membawa permasalahan ini ke jalur hukum demi meraih keadilan.
Melalui aksi spontanitas dan singkat ini, mereka berharap pemerintah ditingkat yang lebih tinggi segera turun tangan memberikan perhatian serius serta mengevaluasi kepemimpinan Kepala Desa Segarajaya.
Terpisah, mewakili kepala desa, Ari JL yang baru saja ditunjuk menjadi Kepala Seksi pemerintahan Desa Segarajaya mengaku terkejut dengan aksi unjuk rasa yang terjadi di halaman desa lantaran tidak adanya pemberitahuan terlebih dahulu.









