“Sorgum punya kelebihan, kalau sekali tanam saat panen bisa 2 sampai 3 kali panen, kalau secara kesehatan punya kelebihan serat-serat yang tinggi. Sorgum juga mempunyai sifat gluten free serta angka glikemik index yang rendah sehingga turut mendukung tren pangan sehat, juga bisa menurunkan angka stunting di masyarakat yang bagus untuk diet,” jawab Afnan saat ditanyai oleh pihak redaksi sehari sebelum kegiatan dimulai. Senin, (24/10/2022).

Sebagai tambahan, melalui wawancara secara langsung dengan Afnan diketahui bahwa sebagai bahan pangan pokok sorgum menempati urutan kelima setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Maka dapat dikatakan Sorgum sangat di minati di pasar internasional, sayangnya hanya ditemukan sedikit negara yang menjadi pelaku produsen komoditas substitusi gandum itu. Untuk Indonesia sendiri, Afnan mengatakan Indonesia belum masuk dalam 10 besar produsen sorgum, maka itu pembenihan diperuntukkan untuk mendorong Indonesia mandiri sebagai produsen agar mencukupi kebutuhan pasar lokal dan menangkap peluang pasar internasional.
“Saat ini Indonesia itu tidak masuk 10 besar produsen sorgum, di 10 besar itu beberapa negara Afrika, Amerika, Cina dan India. Kalau Indonesia belum, tapi di targetkan Indonesia akan membudidayakan sorgum secara luas dan menggunakan sorgum sebagai substitusi gandum, karena itu arahan Presiden,” jelas Afnan dengan tegas.
Kementerian Pertanian juga nantinya akan memberikan beberapa fasilitas untuk mendukung adanya budidaya sorgum di Majalengka itu termasuk Unit Pengolahan Hasil Sorgum berupa bangunan, dan alat-alat pendukung produksi sorgum menjadi bahan pangan, baik berupa beras ataupun tepung sorgum yang dapat di konsumsi oleh masyarakat lokal pada daerah tersebut.






