Polemik Aksi Warga Soligi Jefry Daeng Selaku Tokoh Masyarakat Obi Selatan Angkat Bicara
Soligi Kecamatan Obi Selatan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Porosnusantara co id. (Jumat 01/05/2026). Polemik aksi yang terus dilakukan oleh warga desa Soligi terhadap Harita adalah murni bentuk ketidakpuasan dan ketidakadilan kepada sikap Harita dalam proses penyelesaian sengketa lahan. Lahan yang di klaim Harita untuk memperluas wilayah produksi kearah Soligi dianggap tidak ada masalah lagi. Kedua lemahnya pendampingan Pemerintah Daerah dan DPRD setempat untuk bantu menyelesaikan permasalahan sengketa lahan di desa tersebut.
Menurut Jefry Daeng SH selaku tokoh masyarakat Obi Selatan, Aksi yang dilakukan warga soligi kepada Harita hanyalah sebatas mempertahankan kedaulatan hak atas lahan yang menurut warga mereka tidak pernah melakukan jual beli lahan dengan pihak Harita. Sehingga warga berjuang untuk melawan Disisi lain akibat atau dampak dari ketidak jelasan proses penyelesaian sengketa lahan di desa Soligi akhirnya masyarakat Soligi membangun solidaritas dan bersatu melawan ekspansi perluasan wilayah produksi Harita kearah Soligi, kemudian proses sengketa lahan ini berkepanjangan tanpa ada kejelasan sehingga menjadi viral di medsos akhirnya pemerhati-pemerhati Perjuangan masyarakat lingkar tambangpun turut ikut peduli memperjuangkan seperti LSM, Lembaga dan Advokat. Ucapnya
Lanjut Jefry peristiwa aksi di soligi ini harus dipahami secara utuh dan tidak boleh hanya menerima informasi dari satu pihak. Kalau dicermati proses perjalanan penyelesaian sengketa lahan ini sudah berbulan-bulan tidak ada solusi. Pihak LA dan CSR tidak serius menyelesaikan permasalahan mala saling lempar tanggung jawab. saya menilai pihak Harita dalam hal ini divisi LA dan CSR pun tidak serius untuk menyelesaikan masalah pokoknya, sayapun bingung melihatnya, apakah ini strategi yang dimainkan untuk pancing masyarakat Obi marah atau ada strategi lain supaya masyarakat Obi dalam hal ini warga soligi di giring untuk gugat Harita ke pengadilan.






