
Edi yang merupakan Ketua Kelompok Tani Sorgum Mekar Jaya yang melakukan budidaya benih sorgum juga mengatakan bahwa terkait hasil dari pada pembenihan sorgum yang di tanamkan pada luas lahan 15 hektar akan menghasilkan kurang lebih 30 ton jika tidak terdapat gangguan hama seperti burung dan tikus.
“Rencana tanam ini kita 15 hektar karena bantuan yang diberikan dari Kementerian cukup untuk 15 hektar. Kalau kita kali kan saja 2 ton per hektar untuk benih sorgum nya, maka kita bisa dapat sekitar 30 ton saat panen nanti,” tutur Edi.
Terkait posisi sorgum sebagai alternatif gandum, Edi juga mengatakan bahwa tentu saja masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat akan membutuhkan waktu lama untuk bisa menerima sorgum sebagai bahan pokok pembuatan produk maupun sebagai bahan pangan yang sedari awal sudah menggunakan gandum.

“Untuk saat ini sulit, karena masyarakat lebih mengejar rasa, karena sorgum ini kan hal baru, di lidah masyarakat kita belum bisa menerima. Tetapi perlahan jika kita lihat dari sisi kesehatan lambat laun masyarakat pasti akan menerima,” tutur Edi pada pihak media saat penanaman benih sorgum. Selasa, (25/10/2022).
Afnan Luthfi, STP yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan Direktorat Serealia juga memberikan beberapa penjelasan terkait kelebihan dari sorgum untuk substitusi gandum, Afnan mengatakan bahwa ada banyak kelebihan dari pada sorgum itu sendiri yang dapat dimanfaatkan dengan baik seperti gabah, serat yang tinggi, zat besi, bahkan untuk program kesehatan.






