Lebih lanjut Edi Hernadi menyampaikan, dengan adanya dukungan dari Dirjen Tanaman Pangan Kementan sudah dilakukan dalam program pengembangan Kedelai di Kabupaten Indramayu dengan melibatkan Pemerintah Daerah, Stakeholder dan Offtaker serta juga melibatkan pihak perBankkan agar program tersebut bisa berjalan dengan baik.
Pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan, bahwa kerjasama Kementan dengan Kabupaten Indramayu merupakan langkah Konkrit kementrian dalam rangka meningkatkan produksi kedelai lokal, ini sesuai dengan arahan Menteri Sahrul Yasir Limpo agar terus meningkatkan produksi produksi lain dengan terobosan dan inovasi baru, sejatinya Dirjen Tanaman Pangan selalu mengapresiasi mendukung kegiatan pertanian di Kabupaten Indramayu.
Sementara itu Edi Hernadi juga memberikan informasi perihal program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berjalan dengan baik, walaupun belum optimal karena aturan setiap pimpinan cabang di daerah berbeda dengan penjelasan KUR dari petugas pusatnya, KUR di Indramayu banyak disalurkan ke usaha tani padi, satu contoh ada ketua kelompok di Desa Sanca yang mendorong anggotanya untuk mengambil KUR sampai miliyaran rupiah dan sudah berjalan 5 tahun musim tanam.
Tingkat kemacetannya nol persen karena petaninya sudah sadar untuk mengembalikan kredit dan selanjutnya ketika mengajukan kredit kembali tidak ada masalah karena jaminannya Usaha Tani hanya pihak Bank minta jaminan seperti Leter C atau Sertifikat.
Untuk tanah yang memiliki surat minim itu biasanya berupa Leter C yang diperoleh dari Kantor Desa dimana tanah itu berada dan Leter C itu merupakan tanda bukti berupa catatan yang berada di kantor Desa/Kelurahan, kata Edi Hernadi.






