Nana Supriatna : Selain Taxi Alsintan, Pertanian Subang Butuh UPPO

“Kalau nanas itu belum skala ekspor, manggis di sana kualitasnya bagus karena dataran tinggi yang tanahnya remah, jadi sumbernya, buahnya itu dari kita,”

Terkait Taxi Alsintan sendiri, Nana mengekpresikan dampak positif daripada program SYL itu memberikan peluang usaha yang lebih besar kepada petani. Ia juga mengatakan sistem KUR sudah di gunakan oleh banyak petani di daerah Subang.

“Di subang (KUR) bisa di kelola dan dapat di kembangkan,” jelas beliau.

Pelaksanaan Taxi Alsintan yang dikatakan Nana masih pada tahap awal di pelaksanaannya, dengan sistem melalui KUR menurutnya sangat membantu dalam finansial kelompok tani.

Dengan pertanian Subang yang terus berkembang, Nana mewakili suara para petani yang meminta bantuan akan fasilitas untuk pertanian. Fasilitas tersebut jelasnya, merupakan UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik) yang berguna untuk memperbaiki kesuburan lahan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Tambah Nana, UPPO sendiri terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bak fermentasi, alat pengolah pupuk organik (APPO), kendaraan roda 3, bangunan kandang ternak komunal dan ternak sapi.

“Kebutuhan para petani itu kebanyakan sekarang pupuk juga, tiap saat itu selalu bertambah. Nah untuk itu, UPPO ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan petani, khususnya yang di sini, Subang,” jelas Nana.

Lebih spesifik, sebut beliau bahwa UPPO di khususkan untuk lokasi lokasi yang mempunyai potensi sumber bahan-bahan untuk pengolahan pupuk yaitu limbah organik atau limbah panen, kotoran hewan, dan sesampahan limbah rumah tangga.

” UPPO ini, selain Taxi Alsintan yang di kebut oleh Menteri juga merupakan hal yang sangat krusial untuk para petani. Kalau tanaman tidak ada sumber pupuknya ya tidak akan berkembang,” tutup Nana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *