
Sementara itu, Tohirin juga menjelaskan mengenai kondisi tanah, di wilayah Kecamatan Sukaresmi dengan 11 Desa, yang cocok untuk ditanami komoditas padi, palawija yakni jagung dengan jenis jagung manis, yang cara mengelolahnya lebih mudah, efesien dan menguntungkan petani, sedangkan untuk poktan terdapat 50 poktan, adapun kendala yang di hadapi petani adalah kebutuhan soal Pupuk, yang harganya terkadang tidak terjangkau oleh petani, untuk keberadaan petani terdapat 8700 orang , belum semua memegang kartu petani, karena penerbitan kartu tani secara bertahap, dengan selisih waktu dari pendaftaran hingga penerbitan kartu memerlukan waktu selama 6 bulan .
Hal senada juga di sampaikan Saharuddin, bahwa keberadaan KUR di Kecamatan Sukaresmi masih mengalami kendala, dikarenakan soal mekanisme, birokrasi, waktu lamanya pencairan dan persyaratan yang berbelit, sehingga petani lebih memilih meminjam modal untuk pengelolaan lahan pertaniannya ke tengkulak, nah untuk menanggulangi masalah tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Cianjur Pemerintah membentuk dua badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Cianjur yakni PT LKM Akhlakul Karimah dan PT Cianjur Sugih Mukti (CSM) agar berkolaborasi memajukan sektor pertanian dari berbagai komoditas.
Kedua BUMD tersebut, diantaranya PT LKM Akhlakul Karimah memilik tugas sebagai sektor pembiayaan. Sedangkan PT Cianjur Sugih Mukti (CSM) bertugas menampung dan menjual hasil pertanian.
“Nah, keberadaan CSM dapat juga memenuhi kebutuhan modal untuk petani, dengan pencairan juga per termin misalkan sekarang tahap pertama untuk pengelolaan lahan, tahap kedua untuk penanaman dan tahap ketiga panennya. (Pengajuan modal) bisa atas nama petani, tapi nanti membentuk kelompok perorangan,, ini suatu system yang merupakan misi pak Bupati, beliau ingin petani Cianjur dapat mengelola hasil pertanian sendiri hingga dapat menjualnya langsung ke pasar, dengan tentunya di bantu managementnya maupun permodalannya oleh BUMD CSM tersebut, Pemkab Cianjur sangat memberikan perhatian serius terhadap petani, dikarenakan usaha pertanian merupakan salah satu sumber potensial PAD”tukas Saharuddin.






