YUK BUDIDAYA JAHE DALAM POLYBAG

Untuk membudidayakan jahe, tanaman ini tumbuh subur di ketinggian sekitar 0 hingga 1500 meter dpl. Dimana tanaman ini juga membutuhkan curah hujan hingga 2500-300mm per tahun. Dengan kelembapan 80%. Nah yang menjadi pertanyaan apakah tanaman jahe ini bisa di tanam di polybag? Tentu saja jawabannya bisa. Pasalnya menanam jahe dengan menggunakan polybag ternyata memiliki beberapa kelebihan.

Pertama, tanaman jahe dengan menggunakan polybag akan lebih mudah dalam hal pemeliharaan. Kedua. Penggunaan lahan dan air yang lebih hemat dibandingkan menanam jahe di lahan biasa. Ketiga, hasil panen akan lebih banyak dibandingkan cara tradisional.

Mempersiapkan Media Tanam Jahe
Sebelum melakukan penanaman jahe di polybag, tentu saja persiapan media tanam merupakan hal yang paling utama untuk dilakukan. Dimana dengan tujuan menghemat lahan, penggunaan polybag pun juga dapat digantikan dengan karung bekas.

Media tanam yang diisikan ke dalam polybag diantaranya adalah tanah pasir dan pupuk organic dengan perbandingan 1:1:1. Sebaiknya pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk organic, dengan tujuan media tanam lebih mudah menyerap unsur penting dari dalam pupuk.

Pemilihan Bibit Jahe Setelah menyiapkan media tanam jahe, selanjutnya adalah mencari bibit unggulan. Dimana kriteria bibit unggulan diantaranya adalah berwarna cerah, tidak terdapat luka, berumur tua, dan tidak terdapat penyakit.

Selanjutnya siapkan larutan fungisida yang digunakan untuk meredam bibit jahe tersebut. Dimana tujuan utamanya adalah membersihkan bibit jahe yang mengandung penyakit ataupun bakteri jahat yang bisa menyebabkan busuk saat ditanam.

Sebelum ditanam di media tanam, lakukanlah penyemaian bibit jahe tersebut. Langkah mudah menyemai bibit jahe ini bisa diletakkan di atas jerami kemudian ditutupi jerami lagi selama 2 minggu. Sebaiknya tempatkan jerami yang disemai tersebut di ruangan yang tidak terkena matahari secara langsung dan dengan udara yang cukup lembab. Selama dalam proses penyemaian jahe, bibit jahe ini perlu dikontrol, dengan tujuan agar kelembapan bibit jahe tetap terjaga. Ketika jerami mulai kering bisa disiram dengan air sedikit demi sedikit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *