Daerah  

Kuliner Khas NTT, Se’i Sapi Ini Fakta Uniknya

2. Bedanya se’i dengan daging asap
Daging se’i diolah secara tradisional dengan cara mengiris memanjang dengan lebar sekitar 2-3cm. Daging lalu ditaburi garam dan rempah-rempah kemudian diasap menggunakan kayu kosambi (schleichera oleosa).
Saat proses pengasapan, daging juga ditutup dengan daun kosambi sehingga aromanya semakin menyerap. Pengasapan ini bisa berlangsung hingga 9 jam.

3. Makanan pendamping se’i
Biasanya warga NTT memakan daging se’i bersama sambal lu’at khas. Sambal lu’at terbuat dari cabai, jeruk nipis dan daun lu’at. Pelengkap lainnya adalah tumis bunga pepaya yang diolah jadi tidak terasa pahit lagi. Beberapa kedai mengganti bunga pepaya dengan tumisan daun singkong yang tidak kalah sedapnya.

4. Kandungan gizi daging se’i
Dalam 100 gram daging se’i mengandung protein yang cukup tinggi, 32 gram. Selain protein, daging se’i juga mengandung lemak sekitar 6 gram, zat besi 5 miligram, fosfor 300 miligram dan kalsium 15 miligram. Jika dimakan lengkap bersama nasi dan sayuran, sepiring saja sudah menyajikan gizi lengkap yang dibutuhkan tubuh.

( Rilis BBPP Kupang, amperawati*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *