Daerah  

Kuliner Khas NTT, Se’i Sapi Ini Fakta Uniknya

Kupang( NTT) Poros Nusantara – Nusa Tenggara Timur ( NTT) merupakan salah satu lumbung ternak sapi Nasional, Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah penyuplai terbesar kebutuhan protein hewani.

Di NTT terdapat sapi Timor (sapi local) maupun sapi bali , yang mana sapi Timor dan sapi bali adalah salah satu sapi lokal yang layak untuk dibudidayakan dan dikembangkan sebagai sapi potong di Indonesia, karena potensial sebagai sapi penghasil daging yang mempunyai keunggulan mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis.

Di kembangkannya sapi Timor dan Sapi Bali diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, berbagai usaha telah dilakukan termasuk meningkatkan produksi hasil ternak sapi.

Produksi hasil ternak sapi yang tinggi tentunya harus diimbangi dengan penanganan pasca panen serta pengolahannya, sehingga bahan pangan hewani tersebut dapat sampai ke konsumen dalam kondisi yang baik.

Manfaat dari pengolahan daging sapi antara lain untuk memperpanjang waktu penyimpanan, mempertahankan nilai gizi serta memberi peluang untuk penganekaragaman jenis olahan yang tentunya akan meningkatkan nilai tambah dari produk daging tersebut.

Pengenalan aneka olahan daging sapi akan sangat bermanfaat bagi para peternak khususnya dan para konsumen umumnya.

Salah satu kuliner kekinian yang sedang ramai dibicarakan adalah se’i sapi khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Daging se’i adalah daging yang dimasak dengan asap dan panas yang terbuat dari pembakaran kayu. Belakangan, pamor masakan Indonesia ini makin melejit karena kelezatan dan keunikan olahannya.

Ada beberapa hal yang perlu di ketahui sebelum menyantap olahan se’I ini :

1. Asal muasal daging se’i
Se’i berasal dari bahasa Rote yang berarti daging yang diiris tipis memanjang. Awalnya, daging se’i menggunakan daging rusa. Karena rusa semakin langka dan dilindungi, maka sekarang yang dipakai adalah daging sapi atau daging babi. Namun tenang saja, rata-rata kedai se’i yang ada memakai daging yang halal seperti sapi atau ayam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *