Ojek Lansia, Kendaraan Harapan bagi Mereka yang Terabaikan

Inovasi Ojek Lansia dilaksanakan oleh kader yang merupakan masyarakat Desa Penagan. Memberdayakan masyarakat lokal memiliki kelebihan tersendiri, antara lain mereka sudah sangat memahami demografi dan budaya setempat, serta memiliki nilai kearifan lokal. Mereka dapat dipercaya oleh keluarga lansia sebagai orang yang mengantarkan dan menjemput lansia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan setiap bulan.

Mulkan mengakui bahwa dalam implementasi inovasi ini terdapat kendala yang harus dihadapi. “Kendalanya karena membutuhkan biaya transportasi kepada para ojek,” ungkap Mulkan. Meskipun demikian, biaya operasional Ojek Lansia dapat ditangani dengan sumber daya keuangan yang berasal dari uang kas lansia, dana puskesmas dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Inovasi ini merupakan replikasi dari inovasi yang menggunakan media serupa, salah satunya adalah inovasi Ojek Makanan Balita (Omaba) dari Kota Bandung. Omaba adalah transportasi yang digunakan oleh para kader kesehatan di Kota Bandung untuk mengantarkan makanan bergizi kepada balita yang mengalami masalah gizi.

Daerah lain diharapkan mampu mereplikasi inovasi Ojek Lansia demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang efektif dan tepat sasaran. “Inovasi Ojek Lansia dapat dengan mudah direplikasi oleh desa, puskesmas, maupun pelayanan publik lain yang memiliki masalah kesulitan akses karena keadaan terpencil, terutama terkait pelayanan lansia,” tutup Mulkan. (clr )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *