Terkait pemasaran sorgum, Kus mengaku sangat mudah dipasarkan karena pembeli datang langsung ke petani. Hingga kini sudah terdapat 4 pedagang yang sudah menjadi langganan, sehinga pasarnya tidak sulit.
“Kalo sudah di lapangan, petani tidak usah ke lapangan lagi. Kami nunggu di rumah nanti ditelpon dan suruh langsung ditimbang serta langsung terima duit. Tukang panen tidak perlu repot juga, jika sudah selesai panen maka pembeli akan langsung segera datang dan sudah bisa terima duit. Harganya bagus,” ucapnya.
Kus menambahkan setelah musin hujan turun yakni musim tanam I, lahan yang ditanami sorgum ini
akan ditanami tumpang sari bawang merah dan padi. Pada musim tanam II juga ditanami bawang merah dan padi.
“Dan baru di musim tanam III ditanami sorgum dan hasilnya sudah bisa dihitung jelas hasilnya. Jadi disini di areal Kecamatan Demak Desa Raji tanamannya tumpang sari,” jelasnya.






