Porosnusantara.co.id|
JAKARTA – Pengurus Daerah KBPP Polri NTT, Son Ratue Oedjoe, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) KBPP Polri yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, pada 15 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Son menyampaikan kondisi keragaman dan potensi daerah NTT. Menurutnya, NTT memiliki keragaman umat beragama yang kuat, dengan mayoritas Kristen Katolik, diikuti Muslim, namun toleransi tetap terjaga dengan baik.
“Saya keliling hampir 3/4 wilayah Indonesia. NTT aman, tidak pernah ada konflik SARA. Toleransi kami junjung tinggi. Mayoritas Kristen makan babi, tapi tidak pernah jadi masalah. Di Kupang, jam 5-6 sore di pinggir jalan sudah banyak yang jual babi panggang. Semua berjalan damai,” ujarnya.
Son juga mempromosikan potensi wisata NTT yang mendunia, seperti Danau Kelimutu dengan tiga warnanya di Flores, hingga Labuan Bajo sebagai gerbang wisata komodo. Ia menyebut NTT memiliki kekayaan alam mulai dari pariwisata, perikanan laut, hingga potensi pertambangan seperti mangan.
Untuk sektor pertanian dan peternakan, Son menjelaskan sapi Bali yang banyak di NTT memiliki kualitas baik. Musim gemuk sapi di NTT berlangsung hingga Oktober karena rumput kering yang menjadi pakan alami.
Ia mengapresiasi pembangunan infrastruktur di era Presiden Joko Widodo, seperti tol laut, pemerataan harga BBM, dan pembangunan bendungan besar di NTT. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat NTT lebih terhubung dan setara dengan wilayah lain di Indonesia.
“Jokowi paling sering berkunjung ke NTT. Bendungan besar sekarang sudah dibangun. Ini yang membuat NTT mulai sejajar,” katanya.
Di akhir, Son menegaskan KBPP Polri NTT siap mendukung hasil Munas untuk memperkuat soliditas organisasi dan mendorong promosi potensi daerah agar lebih dikenal secara nasional maupun internasional.






