Bandar Lampung, porosnusantara.co.id – Praktisi hukum Tarmizi Plontos mengapresiasi langkah cepat jajaran Polda Lampung dalam mengungkap kasus penembakan yang menewaskan almarhum Bripka Anumerta Arya Supena.
Menurut Tarmizi, respons cepat tim gabungan di bawah kepemimpinan Irjen Pol Helfi Assegaf dalam mengidentifikasi dan menangkap para pelaku merupakan langkah penting untuk memulihkan rasa aman masyarakat sekaligus menjaga wibawa penegakan hukum di Indonesia.
“Kami mengapresiasi respons cepat tim gabungan Polda Lampung di bawah kepemimpinan Irjen Pol Helfi Assegaf dalam mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. Langkah ini penting untuk memulihkan rasa aman publik serta menjaga wibawa penegakan hukum di Indonesia,” ujar Tarmizi saat ditemui awak media.
Ia juga mendorong agar penanganan perkara terhadap tersangka yang berhasil diamankan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berbasis pada alat bukti yang kuat melalui pendekatan scientific crime investigation.
“Seluruh proses penyidikan hingga persidangan harus menjadi contoh penegakan hukum yang adil dan objektif,” tegasnya.
Terkait tindakan tegas aparat yang menyebabkan tewasnya eksekutor utama berinisial B karena melakukan perlawanan bersenjata saat proses penangkapan, Tarmizi meyakini langkah petugas telah sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami meyakini penggunaan kekuatan senjata api oleh petugas di lapangan telah memenuhi asas legalitas, proporsionalitas, dan nesesitas sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri,” katanya.
Lebih lanjut, Tarmizi menilai peristiwa tragis yang merenggut nyawa Bripka Anumerta Arya Supena menjadi pengingat atas tingginya risiko tugas yang diemban aparat kepolisian.
Karena itu, negara harus memberikan perlindungan hukum maksimal bagi setiap personel yang bertugas, tanpa mengabaikan hak-hak hukum para tersangka yang kini ditahan.






