Berbagi Tips Sukses Tanam Bawang Putih

 

Poros Nusantara – Menjelang berakhir musim kemarau bulan ini, para petani di lahan dataran tinggi atau berlereng biasanya giat mempersiapkan diri untuk menanam jelang musim penghujan. Salah satu komoditas yang banyak dikembangkan di dataran tinggi adalah bawang putih. Terlebih sejak akhir 2017 hingga kini, Kementerian Pertanian gencar menggiatkan penanaman bawang putih. Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, Kementerian Pertanian menghimbau kepada para petani, pelaku usaha dan petugas dinas agar sebelum menanam bawang putih, benar-benar diperhatikan aspek pemilihan benih dan tatacara budidayanya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengingatkan petani, pelaku usaha dan petugas dinas pertanian di seluruh sentra produksi agar tetap waspada dan teliti sebelum menanam benih bawang putih.

“Perhatikan betul dua hal, pemilihan benih dan cara budidaya. Ini penting karena keduanya sangat menentukan berhasil tidaknya usahatani bawang putih,” ujar Anton, sapaan akrab Prihasto. “Tentang benih, pegang dan terapkan prinsip LADORFISIO yaitu Label benih harus benar, umur benih sudah pecah Dormansi, Fisik benih sesuai varietas lokal, benih bukan berbentuk Siung pipilan, serta pastikan bukan benih Oplosan,” ungkap Anton.

Soal ukuran umbi benih yang kecil-kecil, kata Anton, bukan berarti tidak berkualitas. Selama LADORFISIO nya berjalan dengan baik, benih yang umbi atau siungnya kecil-kecil tersebut masih bisa ditanam dan menghasilkan umbi yang besar. Tapi tentu ada syaratnya. Anton yang juga dikenal sebagai peneliti ini memberi tips menghasilkan umbi yang berukuran besar.

“Lakukan kunci kedua, yaitu teknik budidaya tanaman putih yang baik dan benar. Caranya? coba simak tips-tips berikut. Pertama, upayakan ketinggian lahan berada diatas 800 mdpl. Buat bedengan-bedengan, apabila diperlukan bedengan terssbut bisa ditutup mulsa. Kedua, atur jarak tanam 15 cm x 15 cm atau 10 cm x 15 cm. Ketiga, tanam benih per 1 lubang cukup 1 siung dengan kedalaman 5 cm sd 7 cm” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *