Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto Berikan Perhatian dan Fasilitasi Terhadap Budidaya Madu Galo – Galo

Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unand, Wiwik Marlis Rahman mengatakan, sosialisasi dan pendampingan yang diberikan Unand ini untuk memastikan bahwa hasil penelitian yang dilakukan akademisi di Unand dapat digunakan oleh masyarakat, sehingga daya guna hasil penelitian ini berjalan maksimal.

“Potensi budidaya madu galo – galo ini di Sawahlunto sangat besar. Sementara itu, kami secara akademis mempelajari dan meneliti tentang madu galo – galo ini, sehingga sebagai pengabdian masyarakat, kami mengarahkan, mendampingi dan menyediakan layanan konsultasi bagi masyarakat pembudidaya galo – galo di Sawahlunto,” kata Wiwik.

Terkait langkah yang sebaiknya dilakukan ke depan oleh para pembudidaya madu galo – galo di Sawahlunto, Ketua Kelompok Pengabdian Masyarakat Jurusan Biologi FMIPA Unand, Dr. Henny Herwina menyarankan agar dibentuk komunitas yang nantinya dilegalkan secara formal dan administrasi, sehingga jika ada pembinaan, bantuan dan lainnya dari Unand maupun instansi/lembaga lain dapat dilakukan dengan mudah dan terjamin secara regulasi.

Hadir langsung membuka sosialisasi tersebut, Walikota Deri Asta menyebutkan bahwa Pemko siap mendukung dan memfasilitasi agar pembudidaya madu galo – galo di Desa Santur mendapatkan peningkatan kompetensi sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk lain di level nasional.

“Harus ada upgrade, harus muncul inovasi sehingga kita bisa berkompetisi dengan produk lain. Salah satu pendorong munculnya inovasi ini ialah melalui konsultasi dengan insan akademis seperti mitra kita dari Unand ini,” kata Deri.

Dalam kesempatan yang sama, pengusaha budidaya madu galo – galo Desa Santur, Heri Setiawan menceritakan bahwa saat ini dirinya sudah memiliki 30 sarang galo – galo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *