Porosnusatara.co.id – Potensi budidaya madu galo – galo (lebah tak bersengat ; trigona spp) di Desa Santur, Kecamatan Barangin sangat bagus untuk digarap lebih serius dan dikembangkan. Potensi besar ini salah satunya bisa terlihat dari keberhasilan Heri Setiawan, pengusaha budidaya madu galo – galo di Desa Santur yang kini sudah bisa menjual madu galo – galo tersebut ke negara tetangga, Malaysia.
Melihat potensi dan perkembangan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto, melalui Pemerintahan Desa Santur maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait memberikan perhatian dan fasilitasi terhadap budidaya madu galo – galo ini.
Tak hanya Pemko, tim pengabdian masyarakat Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) juga memberikan perhatian khusus pada budidaya madu galo – galo di Desa Santur tersebut. Pihak Unand kini mendampingi dan memberikan konsultasi – konsultasi secara ilmiah untuk peningkatan pengelolaan budidaya maupun melipatgandakan hasil produksi.
Dalam sosialisasi terkait, di Aula Kantor Desa Santur, pada Minggu 14 Juni 2019, tim Jurusan Biologi FMIPA Unand ini membawa kurang lebih 11 orang dosen, yakni Prof. Dr. Siti Salmah (Pakar lebah, dosen purnabakti), Dr. Mairawita (Ketua Jurusan Biologi). Dr. Henny Herwina (Ketua Kelompok Pengabdian, Entomologist), Dr. Jasmi (Alumni, STKIP PGRI), Dr. Dahelmi (Entomologist), Dr. Chairul (Ekologi Tumbuhan, ), Dr. Anthoni Agustien ( Mikrobiologist), Dr. Dewi Imelda Roesma (Ahli Genetika), Dr. Zozy Aneloi Noli (Fisiologi Tumbuhan), Dra. Izmiarti, MS (Ekologi Perairan), Djong Hon Tjong (Ahli Genetika), Dr. Nurainas (Taksonomi Tumbuhan) dan Dr. Nurmiati (Ahli Jamur) serta 4 orang mahasiswa pasca sarjana.






