Makna Kehadiran Taliban Di Indonesia

Sementara menguatkan sang boneka juga tak mungkin. Sudah terlalu kecil teritorialnya. Terlalu lemah kekuasaannya. Terlalu banyak koruptornya. Terlalu rendah moral tempurnya. Dan Amerika tahu itu.

Maka satu-satunya solusi hanya bergerak maju. Memberi jalan bagi Taliban untuk memimpin Afghanistan. Tentu dengan pengakuan diplomatik dari komunitas global. Tak mungkin ada jalan mundur lagi. Insyaallah. Allahu akbar.

Amerika tinggal memikirkan dua hal, pertama, bagaimana cara pulang kampung dengan terhormat. Disambut sebagai pahlawan. Bukan disambit sebagai pecundang, di negerinya sendiri. Kedua, bagaimana caranya Taliban bisa dikunci di tanah Afghanistan saja kelak ketika berkuasa, jangan melebar ke luar sehingga membahayakan singgasana kekafiran dunia.

Keberhasilan Taliban ini menyuguhkan cerita baru kepada umat Islam. Tentang dua jalan perjuangan. Pertama, jalan parlemen. Kedua, jalan perlawanan non parlemen.

Umat sudah banyak mendengar cerita sukses perjuangan dengan jalan parlemen. Contohnya Turki dengan tokoh sentralnya Erdogan. Juga Mesir dengan Mursi dan partai Ikhwan. Atau Masyumi di Indonesia. Meski lebih banyak cerita pilunya. Tapi perjuangan dengan jalan ini hingga kini terbukti tidak bisa menuntaskan idealisme, sebab memang tidak ditujukan untuk merebut kemerdekaan dengan Islam, tapi hanya menghalangi lebih banyak kerusakan dan menghadirkan lebih banyak maslahat bagi umat Islam dan seluruh elemen masyarakat.

Nah kali ini ada cerita sukses perjuangan dengan jalan perlawanan non parlemen. Atau jalan jihad. Ada beberapa yang masih tertatih-tatih seperti jihad di Suriah, Yaman, Gaza, Moro, Cechnya dan lain-lain. Tapi Taliban hadir dengan kisah suksesnya. Setelah berjibaku 18 tahun di medan perang, kini mereka sedang menanti buah perjuangan itu. Sehingga layak dijadikan guru bagi siapapun yang ingin menempuh jalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *