Makna Kehadiran Taliban Di Indonesia

Kehadiran Taliban di Jakarta tak akan memberi keuntungan buat Amerika. Sebab hingga kini Taliban bertahan dengan syarat Amerika keluar secara total dari tanah Afghan. Siapapun yang ingin membujuk agar syarat itu diperlunak – termasuk Jakarta – tak akan digubris Taliban. Sudah kadung dipatok harga mati.

Sebaliknya, safari ke Jakarta justru menguntungkan Taliban. Setidaknya bisa menyapa publik Indonesia yang mayoritas muslim. Yang dukungan mereka terhadap Taliban akan sangat bermakna.

Kehadiran Taliban menunjukkan bahwa mereka telah kembali menjadi manusia. Dan terhormat. Setelah belasan tahun dijadikan hantu oleh Amerika dan seluruh warga dunia, termasuk umat Islam Indonesia. Publik sebelumnya bahkan takut untuk sekedar menyebut nama Taliban, karena dianggap identik dengan teroris – sosok paling jahat di muka bumi.

Sudah saatnya publik Indonesia siap-siap menerima Taliban. Sebagai warna baru dalam percaturan politik global. Untuk diambil pelajarannya. Komunitas kecil dan miskin tapi berhasil mengalahkan Amerika, sang super power tunggal dunia.

Sebentar lagi Taliban akan menjadi negara berdaulat – insyaallah – dengan warna syariah yang puritan. Ini yang paling menarik, mereka bisa menjadi negara merdeka dan berdaulat, diakui secara legal oleh komunitas global, tapi konstitusi dan ideologinya murni Islam. Mereka berperang di atas ideologi Islam, dan tak pernah mau menegosiasikan ideologi itu apapun yang terjadi. Sudah harga mati. Karenanya Demokrasi akan dikirim pulang ke Amerika bersama seluruh tentaranya – dengan hina.

Prediksi akan segera kembalinya kekuasaan Taliban secara penuh di Afghanista bukan kesimpulan lebay. Sebab skenarionya tak mungkin mundur. Maksudnya, tak mungkin ada negara yang siap menggantikan Amerika untuk sekedar perang melawan Taliban. Amerika yang super power saja keok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *