Porosnusantara.co.id – Kementerian Pertanian (Kementa) terus berupaya menstabilkan harga bawang putih di seluruh daerah melalui operasi pasar. Di hari ke-4 puasa Ramadhan ini, Kamis (9/5), operasi pasar kembali dihelat di Provinsi Lampung, jumlah bawang putih yang digelontorkan sebanyak 1 kontainer yakni 29 ton. Operasi pasar ini dilakukan di tiga titik yakni Pasar Panjang, Pasar Tugu dan di Toko Tani Indonesia (TTI) Lampung.
Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Suwandi yang terjun langsung pada operasi pasar ini mengatakan operasi pasar di Provinsi Lampung bukan dimulai hari ini, namun sudah berjalan sejak dua hari yang lalu sebanyak 3 kontainer, setara 90 ton dan kemarin dipasok dengan jumlah 7 truk, setara 50 ton. Adapun kebutuhan Lampung akan bawang putih sebanyak 28 ton per hari.
“Setelah operasi pasar ini, diikuti pasokan rutin dari distributor untuk masuk Lampung sebanyak 4 sampai 5 truk per hari. Kemarin 3 kontainer, muatanya 90 ton masuk lampung . Juga ada satu distributor rutin 2 truk tiap hari pasok bawang putih ke Lampung,” demikian dikatakan saat operasi pasar di Pasar Panjang, Bandar Lampung.
“Setiap hari pasokan kami kirim masuk pasar. Jadi tidak ada lagi alasan harga naik. Untuk Provinsi Lampung diharapkan harga stabil pada kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kg,” tambah Suwandi.
Karena itu, Suwandi menegaskan stok bawang putih selama Bulan Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini melebihi kebutuhan. Pada tanggal 5 Mei, para importir telah sepakat harga bawang putih Rp 25 ribu per kg dengan harga tertinggi Rp 30 ribu per kg dan harga tidak boleh lebih dari harga ini.
“Oleh karena itu, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiamn, kami meminta pada para importir di seluruh Indonesia untuk bertanggung jawab agar harga bawang putih turun dari rata rata Rp 48 ribu hingga Rp 60 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg, dan paling mahal Rp 30 ribu per kg. Para importir bertanggung jawab juga harga tersebut berlaku sampai ke konsumen,” tegasnya.






