Wakil Walikota Zohirin Sayuti Instruksikan Disparpora Optimalkan Pariwisata Sawahlunto

Porosnusantara.co.id, Sawahlunto – Wakil Walikota Zohirin Sayuti menginstruksikan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam memunculkan inovasi – inovasi yang dapat meningkatkan daya tarik pariwisata. Sebab tanpa peningkatan dan terobosan – terobosan baru itu, maka pariwisata Sawahlunto terancam jalan di tempat.

“Mengelola pariwisata ini, peningkatan kualitas, dibarengi dengan memunculkan inovasi – inovasi itu menjadi kunci. Makanya, saya minta kepada bapak ibu di Disparpora ini, mari kita meningkatkan kualitas dengan meningkatkan kinerja, kemudian berkreasi sehingga tumbuh inovasi. Pariwisata kita butuh itu,” tutur Zohirin, dalam pernyataannya di hadapan para pegawai Disparpora, Rabu 13 Februari 2019.

BACA JUGA  DPP PARTAI DEMOKRAT MEMBUKA SEKOLAH ANTI KORUPSI DI NTT UPAYA PENGUATAN PADA KADER

Dikatakan Zohirin, jika dibanding – bandingkan, maka pariwisata Sawahlunto sekarang ini dibandingkan dengan masa – masa awal wisata tersebut menggeliat dahulu maka bisa dikata wisata Sawahlunto saat ini belum menyaingi masa – masa itu.

BACA JUGA  Sat Resnarkoba Polres Nabire Amankan Dua Pelaku Pengedar Obat Tanpa izin Edar

“Sebagai perbandingan, dahulu ketika pariwisata kita itu mulai berkembang, memang pengunjung sangat ramai. Sampai – sampai pegawai Dinas Pariwisata masa itu tidak diizinkan untuk libur pada hari – hari libur tersebut. Mereka harus stand by mendampingi pengunjung, stand by di destinasi wisata, dan lain – lain. Tentu kita ingin kejayaan wisata Sawahlunto masa itu kita peroleh kembali, bahkan harusnya lebih baik dari pada itu,” ujar mantan Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto.

BACA JUGA  Lampung Cerdas telah Menginspirasi 336.374 Siswa Indonesia Menuju Perguruan Tinggi Melalui Program Pendampingan Intensif untuk Tahun Ajaran 2024/2025

Untuk itu, Zohirin lantas menyampaikan sejumlah saran. Antara lain agar dimunculkan satu destinasi baru dengan daya tarik inovatif yang belum dimiliki oleh pariwisata di daerah lain. Destinasi itu nantinya harus benar – benar ‘boneh’, atau dengan kata lain benar – benar dikelola seoptimal mungkin sehingga kualitasnya memang bagus dan terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *