Anastasia Wirastari Foe : Andalkan Firman Tuhan

Wanita alumnus Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini menuturkan, dalam melaksanakan kegiatan apapun tetap mengandalkan kekuatan doa. Firman Tuhan selalu menjadi andalan karena dirinya menyadari setiap berkat dan karunia yang diterima berasal dari Tuhan. Kebiasaan ini disampaikan pada anak – anaknya termasuk pada para pembantu juga staf pengajar pada lembaga pendidikan dibawa Yayasan.

” Saya selalu sampaikan supaya awali hari dengan mendalami firman Tuhan. Setiap berkat yang kita terima harus kita syukuri. Prinsipnya, saya berbuat baik untuk banyak orang itu lebih baik. Anak – anak saya jauh juga suami sering keluar daerah, para pekerja di sini saya anggap keluarga. Kami makan bersama – sama. Kalau ada yang punya prestasi saya berikan bingkisan. Harta yang ada tidak kekal tapi kebaikan akan dikenang sepanjang masa,” urai wanita kelahiran Kupang, 18 Januari 1957 ini.

Menyinggung soal komunikasi dengan keluarga, Ibu Ani yang punya hobi traveling ini mengakui terbantu dengan adanya handphone. Walaupun jauh dengan keluarga tetapi komunikasi tetap rutin dilakukan. Saling berbagi cerita selalu dikomunikasikan sehingga tidak terkesan ada jarak diantara anggota keluarga. ” Moto hidup saya ” hidup untuk melayani “. Saya layani dengan baik, berkomunikasi dengan baik kepada siapapun. Walaupun lembaga yang ada kami yang bangun tapi pola yang kami terapkan mengedepankan semangat kebersamaan, kekeluargaan. Saya ingin berbuat untuk masa depan generasi NTT umumnya dan Kota Kupang khususnya “, jelas Ibu Ani.

Tentang pandangannya soal tingkat kenakalan anak dan remaja saat ini, dirinya sangat prihatin. Kondisi ini karena tingkat perhatian yang kurang dari para orangtua. Anak memang diberi ruang untuk belajar di sekolah dan guru berkewajiban mengajar dan mendidik tetapi waktu sangat terbatas. Peran orangtualah yang membimbing dan mengajarkan soal kebaikan dan etika dalam bergaul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *