Gubernur NTT Salut Penyelenggaraan MTQ di Kota Reinha Rosari

Larantuka, Poros Nusantara – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya salut atas penyelenggaraan Kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi NTT Tahun 2018 di Kota Reinha Rosari Larantuka, Flores Timur.

MTQ yang diikuti 562 peserta dari 22 kabupaten/kota di NTT yang dipusatkan di lapangan Lebao ini tandai dengan pemukulan bedug oleh gubernur. Rangkaian kegiatan MTQ XXVII akan dilaksanakan selama 9 hari sejak tanggal 5-13 Mei 2018, dengan mengusung tema “Kita amalkan nilai-nilai al-quran secara benar demi mewujudkan semangat kerukunan dan mempertahankan NTT sebagai Nusa Terindah Toleransinya”.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Selasa (8/5/2018) mengapresiasi bahwa ajang MTQ XXVII yang dilaksanakan kali ini sangat semarak dan meriah serta merupakan MTQ terlengkap tingkat provinsi NTT. Menurut gubernur, selama 15 tahun paling kurang dirinya selalu hadir dan tidak pernah absen dalam setiap momentum MTQ dan kali ini  menjadi ajang MTQ paling lengkap dihadiri  semua kabupaten/kota se Nusa Tenggara Timur.

4decde29-799c-4ed9-8982-346075182202

Dikatakannya,  kegiatan MTQ ini   tidak hanya sekadar melafalkan Al-Qur’an saja, tetapi untuk peningkatan kualitas diri dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagi saya,MTQ itu juga selain bagaimana melafalkan dengan indah ayat-ayat al qur’an tetapi meningkatkan pengetahuan dan kemudian melaksanakannya dalam kehidupan keseharian. Yang terpenting bagaimana mewujudkan nilai-nilai tersebut, Al-Qur’an harus menjadi bacaan utama bagi umat Islam dan MTQ dari waktu ke waktu harus terus berkembang menjadi lebih baik  ,” tambahnya.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hajon mengatakan,  selaku tuan rumah dirinya sangat mengapresiasi acara MTQ XXVII NTT Tahun 2018. Dirinya berterima kasih kepada pemerintah NTT karena sudah mempercayakan Kabupaten Flotim menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi. Ini MTQ pertama di Flotim sejak 54 tahun lalu. Dalam catatan sejarah, Kota Larantuka menjadi cerita sejarah perkembangan Agama Islam di NTT dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *