Drs.Husen Anwar selaku Kepala Bidang Pendidikan Islam Kabupaten Kupang saat membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa di Nusa Tenggara Timur yang peminat terhadap kitab kuning itu sedikit bahkan jarang. Untuk itu Kementerian Agama kewalahan soal ini. ” Setiap 3 tahun sekali ada perlombaan baca kitab kuning secara nasional untuk mencukupi kuota itu. Saya juga berharap karena santri di Sumba juga menggelar hal yang sama karena tiap tahun mereka juga punya program seperti ini, maka kalau dapat pesantren Hidayatullah Batakte ini juga nanti bisa di ikutkan “, ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh orangtua/wali santri beserta para imam -imam masjid, Ketua MUI Kota Kupang, Ketua Dewan Masjid Kota kupang,Tokoh Pemerintah dan tak lupa juga para santriwan/ti. Selepas acara, panitia membagikan hadiah kepada para pemenang sebagai imbalan motivasi kepada santri untuk tetap semangat dan rajin dalam menuntut ilmu.






