Disegi etika dan moralitas saat ini banyak kasus asusila yang menimpa aparatur pemerinatahan mulai dari pejabat tinggi pratama yang pernah viral di media yaitu terungkap catting berbau porno dengan ” Lissa Sayang”. Beberapa kejadian tertangkap basah di tempat kering anggota pemadam kebakaran dengan janda yang juga seorang guru. Dan masih banyak kasus asusila lain yang luput dari liputan dan terangkat dimedia.
Dalam upaya mewujudkan kehidupan berbudayapun masih sangat jauh ini menyangkut dengan etika para pejabat Pasaman saat ini yang kurang paham dengan pergaulan dan budaya serta adat istiadat ketimuran. Ini terlihat kurangnya penghargaan terhadap intelektual yang dimiliki seseorang serta lembaga.
Jika diungkap lebih dalam dua tahun Kepemimpina YA telah membawa Kabupaten Pasaman kepada kemunduran dan berkurangnya daya saing daerah. Indikatornya berbagai penghargaan tidak lagi diperoleh. Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sudah menurun. Dampaknya terhadap dana insentif daerah untuk Kabupaten Pasaman sangat jauh berkurang. Etos kerja aparatur rendah, para pejabat Pasaman lebih suka melakukan perjalanan dinas atau dengan dialih studi komparatif tempat favorit yang dipilih kota – kota yang banyak tempat hiburannya. Dengan sisa waktu 3(tiga) tahun menjelang berakhirnya periode kepemimpinan YA sudah sepantasnya YA berbenah dan membenahi kondisi yang mengarah ke kondisi carut – marut. Peran staf – staf khusus dan staf – staf lain yang diangkat perlu dipertanyakan kontribusinya untuk kemajuan Pasaman. Jika tidak ini bisa saja pengangkatan staf khusus ini juga bagian dari balas jasa kepada seseorang yang dianggap berjasa dalam pemenangan YA pada Pilkada yang lalu.






