Kalau ditelisik lebih dalam dan dengan akal sehat dilihat dengan akal sehat serta secara rasional apakah visi dan misi yang di usung oleh dua tokoh Pasaman dari tokoh tua dan muda ini telah sesuai dengan yang mereka proklamirkan dari awal. Tentu hal ini perlu kita bahas satu persatu.
Pasaman yang lebih maju itulah yang mereka usung, visi dan misi tidak banyak masyarakat Pasaman yang sejahtera, Agamis dan Berbudaya itulah yang akan dikejar selama YA memimpin Pasaman. Tidak tanggung – tanggung untuk mewujudkan masyarakat Pasaman yang sejahtera. Sesuai dengan janji kampanye Tunjangan Daerah sudah naik secara signifikan, bagi guru – guru yang menerima tunjangan sertifikasi selama periode kepemimpinan yang lalu tidak dibayarkan sekarang sudah diberikan kembali. Kalau sebelum ini itu dianggap duplikasi anggaran sekarang sudah tidak lagi. Demikian juga Organisasi Perangkat daerah di mekarkan ada penambahan beberapa Dinas yang otomatis penambahan aparatur, karena pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil tidak ada, maka jalan keluarnya dengan mengangkat tenaga honor kontrak sekaligus ini dapat mengakoomodir janji kampanye kepada tim sukses sebagai bentuk balas jasa. Hal ini sedikit banyaknya akan membebani keuangan daerah pada periode sekarang ini tidak ada lagi dilakukan rasionalisasi anggaran dimana postur keuangan pada saat sekarang belanja aparatur lebih besar dari belanja publik.
Dalam pengelolaan keuangan banyak dipengaruhi oleh kemampuan para pejabat struktural di SKPD. Pada tahun 2016 dan 2017 ada beberapa kegiatan DAK yang seharusnya dibayar dengan dana pusat terpaksa di bayar dengan dana APBD tahun berikutnya, nilainya jika ditotal mencapai puluhan miliar. Ini akibat pemahaman dari para pejabat yang kurang bahkan boleh di katakan tidak mengerti sama sekali dengan aturan penggunaan dana DAK.






