Menurut Jokowi setiap kali ke NTT, dirinya selalu melihat problem utama provinsi ini hanya satu yang bisa diselesaikan yakni air. Disudut manapun di NTT ini jika diselesaikan masalah air maka kesejahteraan, kemakmuran akan naik, Keluhan utamanya selalu ketiadaan air oleh sebab itu, dirinya selalu menegaskan bahwa di seluruh tanah air Indonesia akan dibangun 49 waduk/bendungan.
Pak Gubernur NTT (Pak Frans,Red) menyampaikan kepada saya, “walaupun bolak balik siang dan malam pertama diberikan tiga, minta tambah dua sudah jadi lima, minta tambah dua jadi di NTT ada 7 bendungan. Provinsi lain paling satu atau dua tapi kalau tujuh hanya di NTT ini, itupun masih minta tambah dua lagi sudah tujuh saya sampaikan jangan tambah lagi stop.
“Nanti tambah lagi embung sajalah Kenapa, karena waduk besar seperti ini memerlukan uang yang tidak sedikit, Tapi karena kondisi alam geografis NTT dan rentangnya musim hujan yang singkat kuncinya adalah air makanya waduk ini harus dibangun,” kata Jokowi.
Menurutnya, NTT kelimpahan air ketika musim hujan. Untuk itu, sungai yang ada airnya harus ditahan agar tidak mengalir ke laut. Selama ini potensi tersebut tidak dimaksimalkan dengan menyediakan bendungan dan embung untuk mengatasi krisis air di NTT. Inilah yang sedang pemerintah pusat kerjakan dan dirinya sudah memerintahkan agar 7 waduk yang ada segera diselesaikan yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Belu, Bendungan Napungete di Kabupaten Sikka, Bendungan Temef di TTS, Bendungan Mbay di Nagekeo, bendungan Kolhua di Kota Kupang, Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang. Sementara kabupaten lain akan dibangun embung-embung.
“Saya sudah lihat di Pulau Rote bagus sekali, sangat bermanfaat bagi masyarakat di sana, tujuh bendungan itu untuk menjawab kerinduan panjang masyarakat NTT akan sumber air. Bendungan ini selain pengairan sawah, juga air baku juga pembangkit tenaga listrik”.







Terimakasih bapak presiden, telah kerja keras luar biasa