Porosnusantara.co.id | Agama – Sebagai umat Tuhan berdoa adalah napas kehidupan rohani dan sarana utama bagi umat untuk membangun hubungan intim dengan Tuhan. Lewat doa, umat dapat memohon bimbingan, menguatkan iman, dan memohon pengampunan. Ini adalah bentuk penyerahan diri sekaligus cara untuk bermitra dengan rencana-Nya di bumi.
Tak dipungkiri belakangan ini dunia dilanda krisis akibat perang dan benacana, situasi dunia juga berdampak pada bangsa Indonesia juga terjadi kesulitan dan krisis ekonomi ditandainya dengan sulitnya mencari lapangan kerja akibatnya banyak pengangguran.
Dampak itu sangat dirasakan rakyat bagaimana harga makin tinggi, sementara bencana alam terjadi. Akibatnya banyak dari warga mengalami tekanan dan kesulitan. Dan lewat Doa sebagai umat percaya yakin akan diberikan kekuatan.
Berangkat dari pentinnya akan doa maka Lembaga aras gereja-gereja seperti Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), Gereja Advent, Gereja Baptis, Gereja Bala Keselamatan dan Gereja Ortodox bersama Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) maupun lembaga injili, organisasi Kristen dan para tokoh agama Kristen dan Katolik setiap tahun menggelar konfrensi Doa nasional dalam rangka doa nasional.
Khusus tahun ini konfrensi doa nasional akan di gelar di Kawasan Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Dengan tema : ”API DOA dan PENGINJILAN Terus Menyala dari IKN KALTIM Ke Bangsa- bangsa”
Sebagai HOST dipercayakan kepada PGLII, berkaitan dengan posisinya sebagai tuan rumah, Ketua Umum PGLII Pdt. Dr. Tommy Lengkong menjelaskan bahwa FUKRI dan Lembaga-lembaga injili mempunyai program melaksanakan hari doa nasional. Dan tahun ini 2026 akan dilaksanakan di IKN dan Balikpapan mulai tanggl 2- 4 dan 5 Juli 2026.






