Porosnusantara.co.id | Jakarta – Menyambut HUT ke-81 kemerdekaan Indonesia Jaringan Doa Nasional (JDN) bersama delapan Aras Gereja Nasional, Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI) dan FGBMFI akan menyelenggarakan Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) pada Senin, 17 Agustus 2026.
“Momentum Kesatuan Doa Nasional merupakan seruan bagi seluruh umat Tuhan untuk merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat seperti tertulis 2 Taw 7:14,” jelas Ps. Festy Sarumaha selaku Ketua Panitia MKDN pada konperensi pers di Gereja Kristen Bersinar (GKB) Selasa, 21/07 dipandu Ps. Dr. Antonius Natan, M.A., Th.M ketua infokom PGLII yang juga dari FUKRI.
Mengusung subtema “Kolektif, Sinergi dan Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia.” MKDN mengajak seluruh Sinode, komunitas doa, dan umat percaya untuk memperkuat komitmen hidup dalam satu hati, satu iman, satu pengharapan, dan satu tubuh di dalam keesaan.
Gerakan doa bersama ini, sambung Festy, menjadi wujud ketaatan kepada Tuhan serta doa bagi transformasi Indonesia. MKDN sebagai respon atas situasi bangsa yang akhir-akhir ini dilanda berbagai krisis. Tidak bermaksud menghakimi pemerintah dan rakyat.
“Di masa-masa sulit, dimana ada ancaman PHK, pengangguran dan lainnya, hanya satu yang dilakukan bersatu dan berdoa bersama berharap sama Tuhan. Mementum ini seruan untuk Kristus merendah diri mencari wajah Tuhan dalam tubuh Kristus,” tuturnya sembari menambahkan panitia berasal dari lintas gereja, lintas generasi dan lintas denominasi.
Fasilitator Umum Jaringan Doa Nasional (JDN) Pdt. Aristarkus Tarigan, S.H., M.Th., M.Mis melalui kegerakan doa ada satu beban dan kerinduan bersama yang dialami Indonesia menghadapi badai dan sekaligus merayakan HUT 81 kemerdekaan Indonesia. Kita punya beban sama berdoa untuk pemulihan nasional bersama.






