Porosnusantarea.co.id | DEPOK – Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia Pengurus Cabang (PC) Depok menggelar seminar pendidikan bertajuk “Perlindungan dan Kesejahteraan Guru Agama” di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Depok, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru agama, khususnya guru agama Kristen, untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan dan perlindungan profesi yang dinilai masih belum mendapat perhatian optimal.
Seminar dihadiri oleh anggota DPRD Kota Depok, Frans Samosir, Binton Nadapdap, serta menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Wahid Suryono, Mangaranap M. Sinaga, dan Andreas V. Wenas. Dalam forum tersebut, para pembicara menyampaikan berbagai rekomendasi terkait upaya peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru agama.
Para narasumber mengapresiasi inisiatif PEWARNA Depok yang dinilai menghadirkan ruang dialog penting bagi para pendidik agama. Mereka menilai guru memiliki peran strategis sebagai pembentuk karakter generasi bangsa sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah.
Menurut Binton Nadapdap, seminar tersebut merupakan langkah nyata untuk menampung aspirasi para guru agama, khususnya guru agama Kristen, yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya.
“Forum ini merupakan langkah nyata untuk menampung aspirasi guru agama, khususnya guru Kristiani yang selama ini kurang mendapat perhatian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hak-hak dasar guru agama harus terus diperjuangkan mengingat peran penting mereka dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak Indonesia.
“Hak-hak dasar guru Kristen dan guru agama lainnya harus diperjuangkan karena peran krusial mereka dalam pembentukan karakter dan masa depan anak,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, para narasumber juga menekankan pentingnya keberlanjutan forum serupa agar berbagai aspirasi yang muncul tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan dapat dikawal hingga melahirkan kebijakan konkret yang berpihak kepada guru agama.
“Diskusi ini menjadi langkah awal yang baik, tetapi harus berkelanjutan dan dikawal sampai menghasilkan kebijakan nyata untuk kesejahteraan dan perlindungan guru agama,” tambah Binton.
Sementara itu, Ketua PEWARNA Indonesia PC Depok, Christin M. Wartiningsih, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seminar yang berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari para peserta.
Menurutnya, para guru yang hadir berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana memperjuangkan kesejahteraan guru agama, terutama mereka yang masih berstatus honorer.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme dari para peserta. Harapannya, diskusi seperti ini dapat terus berlanjut untuk memperjuangkan kesejahteraan guru agama yang masih honorer,” ujar Christin.
Seminar tersebut diakhiri dengan penyampaian sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada guru agama di Indonesia.






