Porosnusantara.co.id | Jakarta –
Situasi di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, kembali memanas pada Minggu dini hari (31/8/2025) sekitar pukul 02.34 WIB. Kericuhan terjadi ketika massa yang sejak Sabtu malam masih bertahan di lokasi melakukan aksi anarkis dengan menyalakan dan menembakkan kembang api ke arah aparat.
Tidak tinggal diam, pihak Brimob Polri langsung turun tangan untuk menertibkan massa. Aksi kejar-kejaran antara aparat dan kelompok anarkis pun tak terhindarkan di sepanjang Jalan Raya Kwitang, kawasan yang dikenal padat dengan aktivitas perdagangan dan transportasi. Warga sekitar terpantau berkerumun menyaksikan jalannya aksi meski situasi cukup berbahaya.
Latar Belakang Kerusuhan
Kericuhan di Kwitang sudah berlangsung sejak 29 Agustus 2025, dipicu tuntutan massa yang meminta keadilan atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan. Meski pada Jumat sore sempat digelar mediasi antara aparat Brimob dan perwakilan komunitas ojol, sebagian massa tetap memilih bertahan dan melakukan aksi hingga berubah anarkis.
Fasilitas Umum Rusak, Ruko Dijarah
Kerusuhan ini mengakibatkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan parah. Halte Senen dilaporkan terbakar, beberapa unit mobil ikut hangus, serta ruko-ruko perkantoran di sekitar lokasi menjadi sasaran penjarahan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Untuk mengendalikan situasi, aparat kepolisian menembakkan gas air mata secara berulang ke arah massa. Namun, hingga Sabtu malam kericuhan terus berlanjut dan baru mereda menjelang dini hari.
Suasana Hingga Malam
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa aksi unjuk rasa berlangsung sejak Sabtu pagi dan berlanjut hingga malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Meski sebagian massa mulai membubarkan diri, kelompok lain masih bertahan hingga akhirnya bentrokan kembali pecah di dini hari.






