Jakarta, Poros Nusantara – Globalisasi disatu memudahkan tapi disisi lain juga membawa dampak buruk terhadap perkembangan belajar khususnya pada anak-anak. Jika orang tua tidak mendidik dengan baik, bisa jadi anak akan cepat bosan dan malas dalam belajar.
Maka dari itu, Bimba (Bimbingan Belajar) AIUEO menjadi solusi tempat bimbingan belajar yang sangat tepat buat menumbuhkan minat belajar pada anak-anak semenjak usia dini. Pasalnya, Bimba AIUEO menggunakan 3 metode belajar yaitu yaitu fun learning, small step system dan individual system.
Lebih lanjut, Rudi menjelaskan cara menerapkan belajar dilakukan secara individual dan menggunakan pendekatan persuasif, antara anak dan motivator. “Guru di Bimba AIUEO namanya itu motivator. Jadi, tugasnya mengarahkan kepada seorang anak yang bisa memotivasi agar anak selalu melaksanakan kegiatan belajar dengan menyenangkan,” jelas Rudi.
Rudi menambahkan, rata-rata anak-anak yang belajar di Bimba AIUEO pada usia 3 – 7 tahun. “Masyarakat sekitar menilai Bimba AIUEO adalah pra sekolah masuk SD.
Jadi, mereka ketika masuk ke Sekolah Dasar benar-benar siap menerima pelajaran,” imbuh Rudi.
Masih menurut Rudi, sebenarnya anak usia tiga tahun sudah bisa arahkan dan dibentuk minat belajarnya tergantung dari cara mendidiknya. “Kalau cara mendidik yang salah, bisa jadi tidak menumbuhkan minat, malah membosankan dan bahkan bisa jadi benci,” ujarnya.
Rudi menegaskan pentingnya Bimba AIUEO diperlukan oleh anak-anak usia dini, karena ada dampak-dampak negatif dari globalisasi sehingga orang tua kesulitan mendidik anaknya dalam proses belajarnya, seperti televisi, gadget, internet. “Itu memang tantangan buat kita. Tapi justru dengan adanya Bimba AIUEO, para motivator bisa mengarahkan dan menanamkan minat belajar anak. Karena memang anak itu dunianya bermain dan golden eagle (usia emas), kalau salah bentuk bisa jadi usia kritis,” ujarnya.







