Sawahlunto.Poros Nusantara – Dengan tiga tempat dan Daerah yang berbeda, akhirnya UN Swissindo, dan para relawan yang datang dari segala penjuru Daerah yang ada di Sumatera Barat. Diawali pertemuan di Payahkumbuh, tepatnya digedung Fakultas Pertanian Tanjung Pati, Kabupaten 50 Kota.
Narasumber UN SWISSINDO langsung oleh Bunda H/E Englia Erfi juga sebagai Depjen Provinsi Sumatera Barat didampingi oleh Depjen Kota Dan Kabupaten se- Sumbar. Dimana Un Swissindo diharapkan Sumbar sebagai Mercure Suaranya Indonesia, karena Disumbar sudah memiliki Ribuan Relawan yang siap bekerja untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat dilingkungannya, ujar Bunda Englia, saat memberikan sosialisasi didepan ribuan relawan.
Pencairan dana M1,tergantung keberanian pihak Pemerintah,jika Pemerintah bisa menjamin keamanan, besok Siwissindo bisa mencairkan dana, ungkap Depjen Sumbar, Englia Erfi.
Bunda Englia Erfi menghimbau kepada para relawan UN. Swisindo se Sumatera Barat, jangan takut untuk memberi atau mengsosialisasikan kepada masyarakat, karena ini hak Rakyat, melalui Vohter M1, karena jumlah setiap warga yang telah memiliki E.KTP, bernilai dirupiahkan 15,600 (Lima Belas Juta Enam Ratus Ribu) ujar Bunda Englia dengan nada lantang.
Sedangkan Narasumber dari Pusat, hadir WPM UN Okjectivis, yaitu Bapak Unggul Sapto Hananto, yang mengatakan menyambut gembira bisa bertemu para relawan Sumbar, dengan pakaian seragam UN Swissindo, yang datang dari berbagai Daerah disumbar, paparnya.
Untuk kegiatan kedua, Bunda Englia Erfi, selaku Depjen Sumbar, berkesempatan hadir di Kota sawahlunto dalam rangka sosialisasi tentang program UN Swissindo, dengan memfaatkan ruangan serba guina dikomplek Rusunawa Kota Sawahlunto. Hadi dalam kegiatan tersebut, Kapolres sawahlunto diwakili oleh Kabag Raen,Dan Ramil yang diwakilkan, Lurah maupun Masyarakat Sawahlunto dan warga Rusunawa, juga dihadiri oleh beberapa relawan dari Kota Solok dan Padang Panjang maupun Depjen Pariaman.






