Porosnusantara.co.id – Medan, Sumatera Utara – Ikon kota legendaris Medan, Istana Maimun di Jalan Brigjen Katamso No. 66 Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatra Utara, Minggu (3/10/2021) saya kunjungi.

Istana Maimun banyak menyimpan sejarah dari masuknya peradaban Islam, Penjajahan Belanda hingga menuju kemerdekaan.
“Istana maimun yang berada di tengah-tengah kota Medan ini, dibangun di masa Kerajaan Melayu atau yang bisa dikatakan Kesultanan Deli.

Istana Maimun berdiri di bawah pimpinan Sultan Makmun Alrasyid Perkasa Alamsyah yang ke-9.
Peletakan batu pertama tanggal 26 Agustus 1888 yang selesai dipakai pertama kali pada tahun 1891, yang artinya Istana Maimun ini dibangun kurang lebih masanya 3 tahun,” ungkap seorang guide Istana Maimun Tengku Mohar.

Di masa pandemi covid-19 ini, Istana Maimun sebagai salah satu destinasi wisata budaya, tentu sangat berdampak. Istana Maimun ini sempat tertutup selama 3 bulan, karena mengikuti program pemerintah pusat,dan telah di buka kembali di tahun 2020 sampai saat ini sesuai dengan protokol kesehatan.
“Kalau dari Kementrian Pariwisata, setahu saya belum sempat berkunjung secara resmi, begitu juga dengan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno itu lebih banyak sudah saya pernah lihat beliau hadir di Sumatra Utara melihat potensi pantai timur, tetapi untuk ke Istana Maimun belum sempat berkunjung, karena mungkin belum masuk program tentang destinasi-destinasi yang dikombinasi antara cagar budaya, objek wisata dan lainnya,” papar Tengku Mohar Syah Nazmi.
Istana Maimun sendiri mempunyai keunikan, sampai hari ini masih digunakan oleh Sultan Deli yang sekarang.
Di masa s
Sultan Deli masih memerintah sebagai sultan sebelum bergabung dengan NKRI, setelah bergabung dengan NKRI dan Sultan Adat generasi sampai yang ke-14 ini di masa NKRI itu masih melakukan kegiatan adat istiadat.





