Agus Sape’, Pelestari Alat Musik Sape’ Asal Kota Singkawang

Singkawang, Poros Nusantara –  Tim Media Poros Nusantara Singkawang mewawancarai Agus, seorang pecinta sekaligus pengrajin alat musik khas suku Dayak yaitu Sape’ di Cafe Pondok Talino Selatan di jalan Sagatani, Kelurahan Sejangkung, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat 04/11/2019.

Bagi anda yang belum kenal dengan alat Musik Sape’ !

Sape’ adalah alat musik khas suku dayak di pulau Kalimantan yang terbuat dari batang kayu tunggal yang di ukir dengan ukiran khas suku dayak. Biasanya Sape’ memiliki ukuran kurang lebih 1 meter. Sape’ dimainkan dengan cara di petik seperti gitar. Bedanya dengan gitar, Sape’ tidak memiliki lubang seperti gitar dan kunci nadanya pun juga jelas berbeda dari gitar.

Meski Sape’ adalah alat musik tradisional, namun sampai sekarang masih menjadi alat tradisional yang tetap digemari oleh kalangan muda di zaman sekarang. Apalagi ditambah dengan perkembangan gaya musik sekarang yang modern dengan pengaruh luar biasa. Sape’ pun sudah dapat mengiringi lagu – lagu zaman sekarang dan cukup punya penggemar yang banyak. Salah satunya Agus pemuda yang ikut melestarikan Sape’ berasal dari Kelurahan Sagatani, Kota Singkawang.

Siapa Agus ?

Agus (25) adalah salah satu pemuda asal Kota Singkawang yang sangat mencintai alat musik Sape’ ini. Agus yang juga berasal dari bersuku Dayak ini merupakan pengrajin alat musik Sape’ ini. Mengenal Sape’ dari umur belia di sebuah sanggar seni di daerah Pajintan Singkawang Timur, Agus langsung jatuh cinta dengan alat musik ini. Agus sangat suka dengan irama suaranya yang merdu dan membuat setiap orang yang mendengarnya merasa nyaman.” Sape’ bagi saya adalah alat musik khas suku Dayak dimana irama membuat saya merasa nyaman ketika mendengar dan memainkannya”. ungkap Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *