Budaya  

Panca Nur Ajak Tokoh Bangsa Jaga Harmoni Budaya untuk Harmoni Bangsa

 
 

Selain itu, Panca juga memandang bahwa kebudayaan lokal memiliki posisi penting dalam memperkuat kebudayaan nasional. Semakin masyarakat mengenal, menghargai, dan merawat tradisinya, semakin terbuka pula ruang untuk membangun penghormatan terhadap kebudayaan daerah lain.

Diskusi Publik

 

Membangun Kesadaran Berbudaya di tengah perubahan zaman, selain pertunjukan seni dan budaya, rangkaian kegiatan juga direncanakan menghadirkan diskusi publik tentang kebudayaan.

Forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan pelestarian tradisi, peran generasi muda, penguatan identitas budaya, serta pentingnya menjadikan nilai-nilai luhur nusantara sebagai bagian dari kehidupan masyarakat modern.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, kesadaran berbudaya dinilai semakin penting. Kemajuan tidak harus membuat masyarakat kehilangan akar tradisi budayanya. Sebaliknya, teknologi dan media digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, serta mewariskan kebudayaan kepada khalayak yang lebih luas.

Panca Nur juga mengingatkan bahwa kesadaran berbudaya tidak cukup diwujudkan melalui penggunaan pakaian adat, pertunjukan seni, atau kegiatan seremonial.

“Kesadaran berbudaya adalah sikap hidup. Di dalamnya ada gotong royong, tepa salira, tenggang rasa, penghormatan terhadap sesama, dan kemauan untuk hidup berdampingan secara damai. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi pesan yang ditekankan dalam Gerakan Sadar Budaya,” kata Panca.

Ia menegaskan, harmoni tidak berarti seluruh masyarakat harus memiliki pandangan atau tradisi yang sama. Harmoni justru terbangun ketika perbedaan dihormati dan setiap kelompok memiliki ruang untuk menjaga identitas budayanya tanpa merendahkan kelompok lain.

 
Penulis: fadillah
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *