Porosnusantara.co.id| JAKARTA, 30 Oktober 2026 – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, IKA 98, GERAK 98, dan 98 Garis Lucu menyampaikan evaluasi kritis terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari besarnya anggaran dan jumlah program, tetapi harus dilihat dari manfaat nyata, keadilan, transparansi, serta dampaknya bagi masyarakat.
Dalam evaluasinya, ketiga organisasi menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah, terutama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Mereka meminta pemerintah membuka data anggaran dan realisasi program secara transparan, melakukan audit independen, serta memastikan program MBG benar-benar berdampak terhadap perbaikan gizi anak. Sementara itu, pembangunan Kopdes Merah Putih dinilai harus lebih mengutamakan keberlanjutan usaha dan manfaat ekonomi bagi masyarakat daripada sekadar pembangunan fisik.
Di bidang pendidikan dan demokrasi, mereka menekankan pentingnya pendidikan yang gratis, berkualitas, dan bebas diskriminasi, disertai peningkatan kesejahteraan guru serta perlindungan kebebasan akademik. Mereka juga mengingatkan pemerintah agar menjamin kebebasan pers, berekspresi, berkumpul, dan menyampaikan kritik, sekaligus menghentikan segala bentuk intimidasi maupun kriminalisasi terhadap mahasiswa, aktivis, jurnalis, dan masyarakat.
Persoalan lingkungan dan kedaulatan teknologi turut menjadi perhatian. Mereka mendesak pemerintah memperkuat perlindungan hutan, laut, tanah, serta masyarakat adat dan komunitas lokal dari kerusakan lingkungan dan konflik agraria. Di sisi lain, pengembangan kecerdasan artifisial (AI) nasional harus disertai perlindungan data pribadi, transparansi teknologi, penguatan riset dan talenta digital, serta tidak digunakan untuk membatasi kebebasan masyarakat.






