Komisi II DPR Soroti Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, dari Keamanan hingga Dugaan Hunian Mewah

 
 

Dugaan Sosok Jimmy Masrin

Dalam rapat tersebut, Ombudsman juga menyampaikan dugaan mengenai sosok pria yang terekam berada di salah satu bangunan dengan fasilitas yang sebelumnya disebut sebagai hunian mewah.

Syafrida mengatakan, berdasarkan keterangan yang diterima Ombudsman, pria tersebut diduga merupakan Jimmy Masrin. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya bingkai foto Jimmy Masrin di bangunan yang sama.

 

“Ya, kalau itu soal Jimmy, ya kami mengonfirmasi sebenarnya iya, karena itu berdasarkan keterangan. Dan itu kan fotonya ada dan memang sempat berhadapan dengan salah satu asisten kami,” ujar Syafrida.

Rekaman tersebut diambil ketika Ombudsman melakukan inspeksi mendadak pada Rabu (23/9/2026). Dalam rekaman, seorang pria yang mengenakan celana pendek terlihat berada di salah satu bangunan di kawasan Lapas Cibinong dan kemudian bergerak menutup pintu ketika petugas Ombudsman masuk.

Namun, Syafrida menegaskan dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Ya, sementara dugaan seperti itu (Jimmy yang menempati hunian mewah tersebut). Nanti hasilnya silakan ditanyakan kepada pihak Imipas,” katanya.

Ombudsman juga menemukan kamera pengawas atau CCTV di salah satu bangunan yang disebut sebagai rumah putih. Namun, Syafrida mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah kamera tersebut berfungsi.

DPR Minta Ombudsman Waspadai Teror dan Intervensi

Anggota Komisi II DPR RI Fauzan Khalid dalam rapat tersebut meminta Ombudsman memperkuat standar operasional prosedur (SOP) internal dalam menjalankan tugas pengawasan.

Fauzan mengingatkan kemungkinan adanya tekanan maupun tawaran tertentu yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas Ombudsman setelah temuan di Lapas Cibinong mendapat perhatian publik.

“Pertama teror, dari orang yang dirugikan dan dari lembaga orang yang kemungkinan juga akan mendapatkan efek negatif dari apa yang Bapak Ibu lakukan. Itu kemungkinan pertama,” kata Fauzan.

Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan tawaran yang bertujuan membuat Ombudsman tidak menjalankan tugas dan fungsinya.

“Karena itu saya ingin ingatkan, perkuat lagi SOP. SOP di internal Ombudsman, termasuk SOP di Ombudsman-Ombudsman perwakilan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Syafrida mengatakan hingga rapat berlangsung pihaknya belum mengalami teror setelah melakukan sidak di Lapas Cibinong. Ia meminta dukungan agar seluruh jajaran Ombudsman dapat menjalankan tugas dengan aman.

 
Penulis: Supriyadi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *