ATUR Jakarta Gelar Aksi di Istana, Bawa Lima Tuntutan Soal Reforma Agraria

 
 

Koordinator Massa Aksi menegaskan, keberhasilan Reforma Agraria tidak cukup diukur dari jumlah sertifikat yang diterbitkan. Reforma Agraria harus menyentuh persoalan struktural: mengoreksi ketimpangan penguasaan tanah, menyelesaikan konflik, memberikan kepastian hak dan melindungi ruang hidup rakyat.

“Kami datang ke Istana membawa suara kampung-kampung Jakarta. Jangan hanya tata kotanya, tetapi lindungi rakyat yang menghidupinya. Jangan hanya memberikan kepastian administrasi pertanahan, tetapi selesaikan pula konflik dan ketimpangan penguasaan tanahnya. Reforma Agraria harus hadir nyata bagi rakyat kota,” tegas Koordinator Massa Aksi ATUR Jakarta.

 

Aksi tersebut berasal dari sedikitnya 19 kampung kota dan jaringan rakyat Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Tanah untuk Rakyat (ATUR) Jakarta. Mereka berasal dari RW 07 Johar Baru, Kampung Sawah Semper Timur, Tridarma Cilandak, Rawa Badung Cakung, Kebon Pala Makasar, Kwini 8, Kebon Sayur Ciracas, Kelapa Dua Wetan, Hang Jebat/Kampung Gunung, Kampung Sawah Rawa Terate, Kampung Sawah Cakung Barat, Kampung Bayam Madani, Kampung Rawa Timur, JRMK, Kedaung Kali Angke, GMNI Jakarta, Front Timur, Penjaringan, Kalimati, dan Kampung Rawa Indah.

Kehadiran berbagai kampung dan jaringan tersebut menegaskan bahwa persoalan agraria perkotaan bukan persoalan satu atau dua kampung, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan keberpihakan dan penyelesaian negara secara menyeluruh.

Tanah untuk Rakyat!
Wujudkan Reforma Agraria Perkotaan!
Kampung untuk Kehidupan, Kota untuk Semua!

 
Penulis: Supriyadi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *