YKI dan Sinior GMKI Gelar Refleksi 81 Tahun Merdeka Ternyata Kemerdekaan Masih Harus Diperjuangkan

Porosnusantara.co.id | Jakarta – Jelang perayaan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI) bersama PNPS GMKI Medan yang ada di Jabodetabek menggelar refleksi dalam malam renungan bertempat di Sekretariat YKI Jalan Matraman 10 Jakarta Timur Kamis 13 Agustus 2026.

Reflesi dan malam renungan diawali dengan diskusi yang menghadirkan tiga narasumber antaranya Prof. Hendrawan Supratikno direktur megawati institute dan juga dosen di UKSW, Huriyah direktut Puskopal Universitas Indonesia dan Pdt Dr. Darwin Darmawan sekretaris Umum Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) dengan moderator Hellen Sinambor wartawan sinior Kompas Gramedia.

Prof Hendrawan mengutip kembali pidato Soekarno tentang kesejahteraan sosial saat mendirikan bangsa dengan sebuah obsesi keadilan dengan cara yang tertera dalam UUD 45 dengan merumuskan Sistem Ekonomi Nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 Kesejahteraan Sosial sebagai tujuan utama di setiap sendi kehidupan ekonomi. Bung Karno menegaskan Pasal 33 bermakna kolektivitas, bukan individualisme yang mementingkan diri sendiri.

Lebih lanjut Hendrawan mengatakan bahwa para pendiri bangsa mulai dari Bung Karno, Hatta hingga tokoh kabinet pertama seperti M. Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara meletakkan fondasi ekonomi untuk rakyat.

Namun kini, lanjutnya, kita dihadapkan pada pertanyaan besar: Apakah visi ekonomi pembangunan yang diusung hari ini masih dijalankan atas nama keadilan?

Hendrawan lugas setelah 81 tahun merdekaan cita-cita kemerdekaan masih jauh kalau ada seperti yang disampaikan Ignas Kleden baru pada proses pemerdekaan dan kenyataannya semakin hari semakin berat. Karena masih ada virus ketakutan kalaupun ada optimisme itupun hanya optimisme cari muka.

Penulis: Axnes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *