“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen administratif, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun sinergi antara institusi kepolisian dengan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Edi Purnomo menilai tantangan kepolisian saat ini semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, perdagangan orang, hingga berbagai ancaman keamanan lainnya. Oleh karena itu, kebijakan kepolisian perlu diperkuat dengan hasil riset yang komprehensif dan berbasis data.
“Pusat Studi Kepolisian diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi kepolisian dalam menghasilkan kajian strategis, rekomendasi kebijakan, inovasi pelayanan publik, sekaligus menjadi laboratorium pemikiran bagi pembangunan keamanan di Provinsi Lampung,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) dan Polda Lampung berkomitmen menjadikan Pusat Studi Kepolisian sebagai pusat pengembangan ilmu kepolisian (center of excellence) yang mampu menghasilkan penelitian berkualitas, memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta mendukung transformasi Polri yang Presisi melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Indera






